Kau berselindung
dicelah panahan mentari
dedaunan hijau
kukuh di dahan
Datang sang angin
tiup dan terus meniup
kau goyang dan goyah
dia terus meniup
Kau kini daunan kering
di pegang oleh tangkai
terungkai
terumbang ambing
Tiba-tiba
guruh berbunyi
air turun menyimbah bumi
lalu kau hijau kembali
